Peluru tajam yang digunakan prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL saat latihan serangan amunisi tajam di Malang, Jawa Timur, 11 Desember 2015. Pada latihan tahap dua para prajurit mempelajari ilmu medan membaca peta (IMMP), penyeberangan sungai, operasi hutan dan gunung, serangan perkubuan. ANTARA/M Risyal Hidayat

Prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL melakukan ketahanan renang di Slat Sempu, Malang, Jawa Timur, 12 Desember 2015. Kegiatan ini dibagi dalam tiga tahap, yakni meliputi tahap satu dengan materi renang laut, dayung perahu karet, menembak di atas perahu karet, menembak dari laut ke darat dan perbukitan (mounteineering). ANTARA/M Risyal Hidayat

Prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL ditempa fisiknya di Malang, Jawa Timur, 12 Desember 2015. Brigif-1 Marinir bertugas melaksanakan pengamanan dalam negeri, operasi pendaratan amfibi, operasi pengamanan pantai serta pulau terluar strategis wilayah Indonesia. ANTARA/M Risyal Hidayat

Komandan Brigade Infanteri-1 Marinir, Kolonel (Mar) Sugianto (kiri) menginspeksi prajurit batalyon infanteri Marinir di Puslatpur Marinir Purboyo, Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 13 Desember 2015. Latihan ini melibatkan 1.137 prajurit yang terdiri dari 192 prajurit sebagai pendukung dan 945 prajurit sebagai pelaku yang berasal dari batalyon dijajaran Brigif-1 Marinir. ANTARA/M Risyal Hidayat

Prajurit Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL bersiap melakukan manuver tempur saat latihan serangan amunisi tajam di kawasan Bajul Mati, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 11 Desember 2015. Latihan pemantapan batalyon infanteri Marinir dilaksanakan selama 24 hari mulai dari 26 November hingga 18 Desember 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat