Mobil petugas kepolisian terbakar akibat lempara bom molotov demonstran saat bentrokan protes terhadap eksekusi ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr di Sitra, Bahrain, 5 Januari 2016. AP/Hasan Jamali

Pengunjuk rasa berjalan diantara gas air mata yang ditembakan petugas kepolisiam saat bentrokan protes terhadap eksekusi ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr di Sitra, Bahrain, 5 Januari 2016. AP/Hasan Jamali

Sejuml pengunjuk rasa berjalan menggunakan masker saat bentrokan dengan polisi ketika melakukan protes terhadap eksekusi ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr di Manama, Bahrain, 5 Januari 2016. REUTERS/Hamad I Mohammed

Seorang demonstran melemparkan bom molotov kearah petugas kepolisiam saat bentrokan protes terhadap eksekusi ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr di Manama, Bahrain, 5 Januari 2016. Pelaksanaan hukuman mati terhadap ulama Syiah terkenal Arab Saudi, Sheikh Nimr al-Nimr, memicu kemarahan dan protes oleh komunitas Syiah. AP/Hasan Jamali

Petugas kepolisiam menembakan gas air mata kearah demonstran saat bentrokan ketika protes terhadap eksekusi ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr di Manama, Bahrain, 5 Januari 2016. Sheikh Nimr tercatat sebagai ulama terkemuka dan vokal yang menyuarakan perasaan minoritas Syiah di Arab Saudi. REUTERS/Hamad I Mohammed

Dua orang pengunjuk rasa berjalan diantara gas air mata yang ditembakan petugas kepolisiam saat bentrokan protes terhadap eksekusi ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr di Manama, Bahrain, 5 Januari 2016. Pelaksanaan hukuman mati terhadap ulama Syiah memicu kemarahan dan protes oleh komunitas Syiah di Timur Tengah. REUTERS/Hamad I Mohammed