Pekerja memberi cokelat di atas permukaan adonan roti Bluder sebelum dipanggang atau dioven di Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun, Jawa Timur, 6 Mei 2016. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

Pekerja sedang meniriskan adonan roti Bluder yang telah dicampur di rumah produksi di Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun, Jawa Timur, 6 Mei 2016. Roti Bluder menjadi salah satu oleh-oleh yag diburu wisatawan saat berkunjung ke Madiun. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

Pekerja sedang mengemasi roti bluder yang telah matang ke dalam plastik di rumah produksi di Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun, Jawa Timur, 6 Mei 2016. Dalam libur panjang, produksi roti Bluder mengalami peningkatan dari rata-rata 4.000 roti per hari menjadi 5.600 roti per hari. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

Adonan roti yang telah dimasukan ke cetakan diberi parutan keju di atas permukaannya di rumah produksi roti Bluder di Madiun, Jawa Timur, 6 Mei 2016. Roti Bluder merupakan hasil kreasi sejak usaha pembuatan roti yang dirintis Nyonya Susana pada 1989. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

Pekerja mengemasi roti bluder yang telah matang ke dalam plastik di rumah produksi di Madiun, Jawa Timur, 6 Mei 2016. Sejak dulu hingga saat ini roti Bluder Cokro diklaim memiliki tekstur, warna, aroma, dan rasa dengan kualitas tinggi. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

Pekerja sedang mengemasi roti bluder yang telah matang ke dalam plastik di rumah produksi di Mandiun, Jawa Timur, 6 Mei 2016. Roti Bluder hadir dengan berbagai rasa, seperti cokelat, keju, kismis, kacang, abon ayam, abon sapi, dan selai nanas yang jual dengan harga sekitar Rp 7.500-9.500 per buah. TEMPO/Nofika Dian Nugroho