Pemandangan sungai Daldykan yang berubah menjadi berwarna merah darah di wilayah Krasnoyarsk, Rusia, 8 September 2016. Perubahan ini diakibatkan oleh kebocoran pipa pabrik metalurgi Nadezhda yang dikelola Norilsk Nickel, produsen nikel dan paladium terbesar di dunia. Yelizaveta Udilova/Courtesy of Greenpeace Russia/Handout via REUTERS

Pemandangan sungai Daldykan yang berubah menjadi berwarna merah darah di wilayah Krasnoyarsk, Rusia, 8 September 2016. Pihak Norilsk Nickel mengatakan bahwa hujan lebat pada 5 September lalu menyebabkan bendungan penyaringan di pabrik Nadexzhda meluap ke sungai Daldykan. Yelizaveta Udilova/Courtesy of Greenpeace Russia/Handout via REUTERS

Awalnya, Norilsk Nickel membantah perubahan warna pada sungai Daldykan itu disebabkan karena polusi aktivitas pabrik. Yelizaveta Udilova/Courtesy of Greenpeace Russia/Handout via REUTERS

Norilsk Nickel mengklaim bahwa pencemaran ini tidak berdampak buruk baik bagi masyarakat maupun fauna di sekitar sungai. Namun demikian, aktivis Greenpeace Rusia Alexei Kiselyov menyatakan bahwa terlalu dini untuk menyebut tidak ada dampak dari pencemaran itu. Yelizaveta Udilova/Courtesy of Greenpeace Russia/Handout via REUTERS

Kondisi sungai Daldykan yang tercemar akibat limbah pabrik nikel di Krasnoyarsk, Rusia, 8 September 2016. Facebook.com/Greenpeace Russia

Kondisi sungai Daldykan yang tercemar akibat limbah pabrik nikel di Krasnoyarsk, Rusia, 8 September 2016. Facebook.com/Greenpeace Russia