Pasien penderita gangguan jiwa menunggu jam makan siang di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Karya di kecamatan Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (27/2). TEMPO/Suryo Wibowo

Pramurukti Triyono, petugas UPT Panti Karya mengantarkan makan siang bagi para pasien penderita gangguan jiwa di rumah penampungan tersebut di kecamatan Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (27/2). TEMPO/Suryo Wibowo

Dewi Ratih (kanan), salah seorang penderita gangguan jiwa ringan ikut membantu petugas menyiapkan makan siang bagi para pasien penderita gangguan jiwa di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Karya, kecamatan Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (27/2). TEMPO/Suryo Wibowo

Pramurukti Triyono menggembok pintu pemisah pasien laki-laki dan perempuan penderita gangguan jiwa di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Karya, kecamatan Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (27/2). Keterbatasan dana dan SDM, menjadi salah satu faktor UPT Panti Karya masih belum mampu memberikan pendampingan memadai bagi penderita gangguan jiwa yang dibawa ke panti. TEMPO/Suryo Wibowo

Pasien penderita gangguan jiwa menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Karya menunggu jam makan siang di kecamatan Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (27/2). Menurut data riset kesehatan dasar 2007 sebanyak 31.168 orang warga Yogyakarta mengalami gangguan jiwa. TEMPO/Suryo Wibowo

Pramurukti Triyono dibantu petugas lainnya mengantarkan makan siang bagi para pasien penderita gangguan jiwa di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Karya, kecamatan Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (27/2). Dari sekitar 31 ribu penderita gangguan kejiwaan di Yogyakarta, diperkirakan baru 7.793 orang yang terjangkau pelayanan Puskesmas pada tahun 2012. TEMPO/Suryo Wibowo