Seorang pemuda menampilkan atraksi lompat batu di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatra Utara, 11 Desember 2017. Desa Bawomataluo, merupakan salah satu desa yang terdapat tradisi lompat batu, dalam bahasa daerah disebut "Hombo Batu" atau "Fahombo". ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Tiga pemuda bersiap menampilkan atraksi lompat batu di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatra Utara, 11 Desember 2017. Bawomataluo yang berati bukit matahari, dimana para warga dan wisatawan dapat melihat keindahan matahari terbit dan tenggelam. Di "Bukit Matahari" itu masyarakat akan disuguhkan berbagai ragam atraksi adat dan budaya. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Seorang pemuda melompat seusai menampilkan atraksi lompat batu di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatra Utara, 11 Desember 2017. Hombo Batu merupakan tradisi yang muncul dari kebiasaan berperang antar desa, masing-masing desa membentengi wilayahnya dengan batu atau bambu setinggi dua meter. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Seorang pemuda melakukan pemanasan sebelum menampilkan atraksi lompat batu di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatra Utara, 11 Desember 2017. Tradisi Hombo Batu diwariskan secara turun-temurun di setiap keluarga dari ayah kepada anak lelakinya. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Dua pemuda bersiap menampilkan atraksi lompat batu di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatra Utara, 11 Desember 2017. Budaya melompat batu ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Nias. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Suasana Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatra Utara, 11 Desember 2017. Ditahun 1990-an, gambar atraksi lompat batu menghiasi uang seribu rupiah, dan atraksi tersebut telah lama menjadi daya tarik pariwisata di Pulau Nias, khususnya di Kabupaten Nias Selatan. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi