Warga korban gempa melaksanakan sholat Asar di pengungsian di lapangan Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu 29 Juli 2018. Warga di Desa Sajang dan Desa Sembalun Bumbung memilih tidur di tenda pengungsian karena masih sering terjadinya gempa susulan. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Warga korban gempa berada di pengungsian di lapangan Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu, 29 Juli 2018. Menurut data stasiun Geofisika BMKG Mataram telah terjadi sebanyak 145 kali gempa susulan hingga terakhir pada pukul 17:45:04 Wita dengan magnitude 3.1. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Sejumlah korban gempa bumi berada di tenda pengungsian SDN 1 Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Selong, NTB, Senin 30 Juli 2018. Pengungsi korban gempa bumi Lombok yang berada di posko pengungsian kecamatan Sembalun dan Sambelia mengatakan membutuhkan makanan siap saji, obat-obatan dan selimut. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Ridwan Wahyudi (6) salah seorang anak korban gempa bumi dipangku orang tuanya di tenda pengungsian SDN 1 Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Selong, NTB, Senin, 30 Juli 2018. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Warga korban gempa bumi, mendapatkan perawatan di tempat penampungan di Selong, NTB, Senin, 30 Juli 2018. (AP Photo)