Sepasang sepatu ruby yang pernah dikenakan oleh aktris Judy Garland dalam film The Wizard of Oz, saat ditampilkan dalam konferensi pers di Kantor FBI, di Brooklyn Center, Minnesota, 4 September 2018. Diketahui, sepatu ini telah dicuri pada tahun 2005 dari Museum Judy Garland di Grand Rapids, Minnesota. (Richard Tsong-Taatarii/Star Tribune via AP)

Awak media mengambil gambar sepasang sepatu ruby yang pernah dikenakan oleh aktris Judy Garland dalam film The Wizard of Oz, saat ditampilkan dalam konferensi pers di Kantor FBI, di Brooklyn Center, Minnesota, 4 September 2018. Sepatu berwarna merah ini merupakan properti dari film The Wizard of Oz yang tayang pada tahun 1939. (Richard Tsong-Taatarii/Star Tribune via AP)

Sepasang sepatu ruby yang pernah dikenakan oleh aktris Judy Garland dalam film The Wizard of Oz, saat ditampilkan dalam konferensi pers di Kantor FBI, di Brooklyn Center, Minnesota, 4 September 2018. The Wizard of Oz adalah sebuah film fantasi/petualangan Amerika Serikat yang berdasarkan novel tahun 1900 The Wonderful Wizard of Oz karya pengarang L. Frank Baum. Courtesy FBI/Handout via REUTERS

Sepasang sepatu ruby yang pernah dikenakan oleh aktris Judy Garland dalam film The Wizard of Oz, saat ditampilkan dalam konferensi pers di Kantor FBI, di Brooklyn Center, Minnesota, 4 September 2018. Sepatu yang diberi nama Ruby Slippers menjadi salah satu sepatu termahal di dunia. (Richard Tsong-Taatarii/Star Tribune via AP)

Rhys Thomas, penulis "The Ruby Slippers of Oz" memoto sepatu Ruby Slippers yang pernah dikenakan oleh aktris Judy Garland dalam "The Wizard of Oz" selama konferensi pers Selasa, di Kantor FBI di Brooklyn Center, Minnesota, 4 September 2018. FBI mengatakan memiliki beberapa nama tersangka pencuri sepatu mahal tersebut. (Richard Tsong-Taatarii/Star Tribune via AP)

Sebuah nama Judy Garland tertulis di dalam sepatu Ruby Slippers yang pernah dikenakan oleh Judy Garland dalam film The Wizard of Oz pada 1939 saat dilakukan konferensi pers di FBI Minneapolis, Minnesota, AS, 4 September 2018. Courtesy FBI/Handout via REUTERS