Rabu, 26 September 2018

Personel Free Syrian Army (FSA) atau Tentara Pembebasan Suriah berjalan melewati lorong markas bawah tanah di pinggiran kota Jisr al-Shughur, Idlib, Suriah, Ahad, 9 September 2018. Sejumlah personel FSA tinggal di gua bawah tanah yang dijadikan sebagai markas selama Perang Suriah. Ugur Can/DHA via AP

Sejumlah personel Tentara Pembebasan Suriah makan di ruang utama markas bawah tanah di pinggiran kota Jisr al-Shughur, Idlib, Suriah, Ahad, 9 September 2018. Kini pemerintah Suriah bersama para lawannya tengah bersiap menghadapi pertempuran berdarah di Idlib. Ugur Can/DHA via AP

Personel Tentara Pembebasan Suriah melawati lorong yang biasa mereka jadikan sebagai tempat istirahat makan di markas bawah tanah di pinggiran kota Jisr al-Shughur, Idlib, Suriah, Ahad, 9 September 2018. Perang saudara di Suriah telah berlangsung lebih dari 7 tahun. Ugur Can/DHA via AP

Personel Tentara Pembebasan Suriah berjalan di lorong menuju pintu markas bawah tanah di pinggiran kota Jisr al-Shughur, Idlib, Suriah, Ahad, 9 September 2018. Idlib yang berpenduduk sekitar 3 juta orang (termasuk 1 juta anak-anak) merupakan provinsi yang paling terdampak Perang Suriah. Ugur Can/DHA via AP

Personel Tentara Pembebasan Suriah keluar dari markas bawah tanah dengan membawa senjata, di pinggiran kota Jisr al-Shughur, Idlib, Suriah, Ahad, 9 September 2018. Ugur Can/DHA via AP

Personel Tentara Pembebasan Suriah bersiap berpatroli di pinggiran kota Jisr al-Shughur, Idlib, Suriah, Ahad, 9 September 2018. Ugur Can/DHA via AP