Sabtu, 17 November 2018

Petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri mengambil sampel ban pesawat Lion Air JT 610 di Jakarta Internasional Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 5 November 2018. Sampel tersebut nantinya akan diuji di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Emergency Locater Transmitter (kiri) dari pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 5 November 2018. Pada operasi evakuasi badan pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 hari kedelapan tim SAR gabungan menemukan sejumlah bagian puing pesawat Lion Air JT 610. ANTARA/Galih Pradipta

Petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri mengambil sampel roda pesawat Lion Air JT 610 di Jakarta Internasional Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. Hari ini tim penyelam gabungan menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT), Flight Direction dan roda pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri berbincang usai mengambil sampel ban pesawat Lion Air JT 610 di Jakarta Internasional Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Petugas mengambil gambar Emergency Locater Transmitter (ELT), Direction Flight, dan bagian roda pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 5 November 2018. Upaya pencarian black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) masih dilakukan. ANTARA/Galih Pradipta

Petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri berbincang usai mengambil sampel ban pesawat Lion Air JT 610 di Jakarta Internasional Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W