Seorang biksu Budha menato tubuh seorang pria dalam Festival Tato Suci di kuil Wat Bang Phra, Nakhon Pathom, Thailand, 16 Maret 2019. Umat Budha di Thailand memiliki tradisi merajah tubuh yang berjuluk Sak Yant. REUTERS/Athit Perawongmetha

Seorang biksu Budha menato tubuh seorang pria dalam Festival Tato Suci di kuil Wat Bang Phra, Nakhon Pathom, Thailand, 16 Maret 2019. Proses pembuatan tato Sak Yant dilakukan oleh seorang biksu yang biasanya menggunakan batang bambu dengan ujung jarum baja. REUTERS/Athit Perawongmetha

Proses pembuatan tato oleh biksu dalam Festival Tato Suci di kuil Wat Bang Phra, Nakhon Pathom, Thailand, 16 Maret 2019. Tato Sak Yant dipercaya memiliki kekuatan magis. REUTERS/Athit Perawongmetha

Tato Sak Yant pada tubuh seorang pria di kuil Wat Bang Phra, Nakhon Pathom, Thailand, 16 Maret 2019. Rajah tubuh yang merupakan gabungan dari seni dan ajaran Budha itu dipercaya dapat menangkal sial, menjauhkan bahaya, dan melindungi diri dari roh-roh jahat. REUTERS/Athit Perawongmetha

Tato Sak Yant pada kepala dan tubuh seorang pria di kuil Wat Bang Phra, Nakhon Pathom, Thailand, 16 Maret 2019. Setiap tahunnya pada bulan Maret, pemilik tato Sak Yant akan berkumpul di kuil Wat Bang Phra untuk menggelar Festival Tato Suci. REUTERS/Athit Perawongmetha