Jenazah imigran Oscar Alberto Martinez Ramirez dan putrinya Valeria terlihat di sungai Rio Bravo di Matamoros, di negara bagian Tamaulipas, Meksiko, Senin, 24 Juni 2019. Warga negara El Salvador ini tewas tenggelam ketika menyeberang Sungai Rio Grande, menuju perbatasan Amerika Serikat. REUTERS

Tania Avalos duduk di sebelah petugas pemadam kebakaran selama pencarian suaminya Oscar Alberto Martinez Ramirez dan putrinya Valeria, yang terseret oleh arus di sungai Rio Bravo di Matamoros, di negara bagian Tamaulipas, Meksiko, Ahad, 23 Juni 2019. Seorang anak migran meninggal hampir setiap hari selama empat tahun terakhir ketika mencoba mencari suaka. Alejandro Hernandez / Expreso de Matamoros via REUTERS

Rosa Ramirez, ibu dari Oscar Alberto Martinez Ramirez, menunjukkan mainan kesukaan cucunya di rumahnya di lingkungan Altavista di San Martin, El Salvador, Rabu, 26 Juni 2019. Ia sempat meminta putranya untuk tidak pergi karena mempunyai firasat buruk. REUTERS/Jose Cabezas

Pagar perbatasan AS yang berada di seberang sungai Rio Grande, lokasi meninggalnya Oscar Alberto Martinez Ramirez dan putrinya Valeria ditemukan setelah mereka tenggelam, digambarkan dari sisi Meksiko Brownsville -Matamoros International Bridge di perbatasan AS-Meksiko di Matamoros, Tamaulipas, Mexico, 26 Juni 2019. REUTERS/Loren Elliott

Tania Avalos, yang kehilangan suami dan putrinya saat akan mencari suaka ke AS, terlihat di kamar mayat di Matamoros, Meksiko, Rabu, 26 Juni 2019. Menurut PBB, setidaknya 32.000 migran global, termasuk 1.600 anak-anak, tewas dalam perjalanan berbahaya untuk mencari kehidupan yang lebih baik sejak 2014. REUTERS/Carlos Jasso

Mayat Oscar Alberto Martinez Ramirez dan putrinya Valeria, terlihat di dalam mobil jenazah di Matamoros, Meksiko, Rabu, 26 Juni 2019. Oscar (25 tahun), dan putrinya yang berusia 24 bulan, Angie Valeria, tewas dalam perjalanan dari El Salvador ke Meksiko saat menyeberangi Rio Grande untuk mencari suaka di AS. REUTERS/Carlos Jasso