Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Anang Iskandar mengikuti seleksi calon pimpinan lembaga Antirasuah masa jabatan 2019-2023 atau jilid V di Sekretariat Pansel calon pimpinan KPK, Kementerian Sekretariat Negara, Gedung I, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Mantan Kepala BNN dan juga mantan Kepala Bareskrim POLRI ini masuk dalam bursa Capim KPK. TEMPO/Subekti.

Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Anang Iskandar menyerahkan berkas untuk seleksi capim KPK masa jabatan 2019-2023 di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) 2019-2023 yang dibentuk Presiden Joko Widodo mulai bekerja menyeleksi kandidat TEMPO/Subekti.

Mantan Kepala BNN dan juga mantan Kepala Bareskrim POLRI, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Anang Iskandar tiba di Kementerian Sekretariat Negara, untuk mengikuti seleksi capim KPK di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Pansel yang diketuai Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti Yenti Ganarsih itu membuka pendaftaran dari tanggal 17 Mei hingga 4 Juli 2019. TEMPO/Subekti.

Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Anang Iskandar menjawab pertanyaan wartawan seusai mengikuti seleksi capim KPK, di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Hingga hari ini, sudah ada 127 orang yang mendaftar seleksi calon pimpinan lembaga anti rasuah periode 2019-2023. TEMPO/Subekti.

Mantan Kepala BNN dan juga mantan Kepala Bareskrim POLRI, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Anang Iskandar tiba di Kementerian Sekretariat Negara, untuk mengikuti seleksi capim KPK di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Dari 127 pendaftar itu terdiri dari 25 orang dosen, 29 pengacara, 15 orang dari pihak korporasi, 6 jaksa atau hakim, 5 anggota polisi, 3 auditor, dan lain-lain berjumlah 44 orang. TEMPO/Subekti.

Mantan Kepala BNN dan juga mantan Kepala Bareskrim POLRI, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Anang Iskandar (kiri) tiba di Kementerian Sekretariat Negara, untuk mengikuti seleksi capim KPK di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. TEMPO/Subekti.