Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menunjukkan berbagai poster saat menggelar aksi protes sejumlah kebijakan rektorat UI di depan gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019. Dalam aksi tersebut mereka mendesak pihak rektorat UI untuk mengevaluasi dan membatalkan berbagai kebijakan yang dinilai serba dadakan dan minim sosialisasi. TEMPO/M Taufan Rengganis

Anggota BEM Universitas Indonesia (UI) menunjukkan berbagai poster saat menggelar aksi protes di depan gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019. Berbagai kebijakan yang diprotes antara lain, kenaikan BOP (Biaya Operasional Pendidikan) Non-Reguler dan semester pendek, penertiban hewan, perubahan peraturan pelayanan kesehatan di Klinik Satelit Makara UI, hingga kebijakan secure parking yang dinilai masih prematur. TEMPO/M Taufan Rengganis

Anggota BEM Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi protes di depan gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019. Menurut Ketua BEM UI, Manik Marganamahendra, kebijakan yang serba dadakan dan minim sosialisasi hingga menimbulkan polemik tersebut bertepatan dengan akhir masa jabatan Rektor UI Muhammad Anis. TEMPO/M Taufan Rengganis

Anggota BEM Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi protes di depan gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019. Dalam aksinya, mereka juga menyinggung isu pemilihan rektor yang prosesnya dilakukan pada Juli-September 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

Anggota BEM Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi protes di depan gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019. Mereka menuntut agar pihak rektorat mengganti dan memperbaiki kebijakan yang minim sosialisasi dan menimbulkan polemik dengan kebijakan yang sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik. TEMPO/M Taufan Rengganis

Anggota BEM Universitas Indonesia (UI) menunjukkan poster saat menggelar aksi protes di depan gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis