Sebuah mumi firaun Sennedjem usai dikeluarkan dari peti matinya di Museum Nasional Peradaban Mesir (NMEC) di Kairo, Mesir, 21 September 2019. Mumi Sennedjem merupakan tokoh kunci selama pemerintahan Raja Siti I dan Ramsis II. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Arkeolog berbicara pada media saat memperlihatkan mumi firaun Sennedjem usai dikeluarkan dari peti matinya di Museum Nasional Peradaban Mesir (NMEC) di Kairo, Mesir, 21 September 2019. Mumi ini dikeluarkan karena sedang dalam pemulihan oleh para arkeolog Mesir. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Mumi firaun Sennedjem berada dalam fumigasi setelah dipindahkan dari peti mati di Museum Nasional Peradaban Mesir (NMEC) di Kairo, Mesir 21 September 2019. Peti mati dan mumi akan dipajang di Aula 17 Museum Mesir di Tahrir. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Mumi firaun Sennedjem berada dalam fumigasi setelah dipindahkan dari peti mati di Museum Nasional Peradaban Mesir (NMEC) di Kairo, Mesir 21 September 2019. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Menteri Purbakala Mesir Khaled El-Enany (tengah) bersama arkeolog melihat mumi firaun Sennedjem setelah dipindahkan dari peti mati di Museum Nasional Peradaban Mesir (NMEC) di Kairo, Mesir, 21 September 2019. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Sejumlah awak media mengambil gambar mumi firaun Sennedjem, setelah dipindahkan dari peti mati di Museum Nasional Peradaban Mesir (NMEC) di Kairo, Mesir 21 September 2019. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh