Presiden Jokowi baru saja mengenalkan tujuh orang staf khususnya yang bakal membantunya pada 2019-2024. Salah satu staf khusus milenial yang kemarin diperkenalkan Jokowi adalah CEO Kitong Bisa, Gracia Billy Mambrasar. Instagram/@billymambrasar

Billy yang berusia 31 tahun ini ternyata berasal dari keluarga kurang mampu di Serui, Kepulauan Yapen, Papua. Sehari-hari, ibunya berjualan kue dan makanan di pasar untuk menghidupi keluarganya. Ayahnya seorang guru. Instagram/@billymambrasar

Billy yang kerap membantu ibunya berjualan kue, memiliki semangat pantang menyerah dalam menjual dagangannya. Pasalnya, jika kue tersebut tidak habis kue itu tidak bisa dijual lagi keesokan harinya. Maka, sisa kue jualan itu, hanya dimakan bersama saudaranya ketimbang basi. Instagram/@billymambrasar

Billy mendapat beasiswa untuk SMA favorit di Jayapura. Setelah lulus, ia melanjutkan ke Institusi Teknologi Bandung (ITB) menggunakan beasiswa afirmasi dan Dana Otonomi Khusus dari pemerintah. Hasilnya, ia pun meraih gelar Sarjana Teknik Pertambangan dan Perminyakan di kampus tersebut. Ia juga telah menamatkan pendidikan di Australian National University dan mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA), Sustainability Management. Selain itu, Billy juga punya gelar Sarjana Sains dari University of London. Instagram/@billymambrasar

Dalam waktu dekat, Billy juga akan melanjutkan pendidikan doktoralnya dengan Beasiswa Afirmasi dari LPDP di Universitas Harvard, Amerika Serikat, dalam bidang pembangunan manusia. Ia berharap, latar belakang pendidikan dan pengalamannya selama ini dapat membantu tugasnya sebagai Staf Khusus Jokowi nanti. Instagram/@billymambrasar