Minggu, 20 September 2020

Petani membersihkan tanaman brokoli dan cabai rawit yang tertutup debu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Karo, Sumatera Utara, Selasa, 11 Agustus 2020. Erupsi tersebut mencapai ketinggian kolom abu kurang lebih 5.000 meter di atas puncak 7.460 meter di atas permukaan laut. ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting

Dengan mengenakan masker, seorang wanita memetik cabai yang diselimuti abu vulkanis di lahan pertanian miliknya pascaerupsi Gunung Sinabung di Karo, Sumatra Utara,10 Agustus 2020. Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, meletus dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 5.000 meter di atas puncak gunung atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut, seperti dilaporkan oleh media setempat. Xinhua/Alberth Damanik

Petani membersihkan tanaman brokoli dan cabai rawit yang tertutup debu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Karo, Sumatera Utara, Selasa, 11 Agustus 2020. Erupsi tersebut mencapai ketinggian kolom abu kurang lebih 5.000 meter di atas puncak 7.460 meter di atas permukaan laut. ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting

Petani membersihkan tanaman brokoli dan cabai rawit yang tertutup debu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Karo, Sumatera Utara, Selasa, 11 Agustus 2020. Gunung Sinabung berada pada status Level III (siaga). ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting

Warga memanen kentang dengan latar belakang Gunung Sinabung yang menyemburkan material vulkanik di Karo, Sumatera Utara, Senin, 10 Agustus 2020. Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut. ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting