Pengungsi Karen yang membawa barang-barangnya berjalan ke tepi sungai Salween saat petugas keamanan Thailand mengawasi mereka di Mae Hong Son, Thailand, 29 Maret 2021. Dalam tangkapan layar ini diambil dari video yang diperoleh oleh Reuters.

Pengungsi Karen yang membawa barang-barangnya berjalan di sepanjang kawat berduri di Mae Hong Son, Thailand, 29 Maret 2021. Pemerintah Thailand mengusir ribuan pengungsi yang melarikan diri dari serangan udara militer Myanmar kembali ke negara bagian Karen tenggara, kata dua kelompok aktivis pada Senin. Dalam tangkapan layar ini diambil dari video yang diperoleh oleh Reuters

Pengungsi Karen yang membawa harta benda terlihat di tepi sungai Salween di Mae Hong Son, Thailand, 29 Maret 2021. Ribuan orang melarikan diri pada akhir pekan setelah jet tempur militer Myanmar menyerang desa-desa di dekat perbatasan Thailand yang dikuasai oleh kelompok etnis bersenjata yang telah menyerang sebuah pos militer setelah kudeta 1 Februari. Karen Women's Organization/Handout via Reuters

Pengungsi Karen yang membawa harta benda terlihat di tepi sungai Salween di Mae Hong Son, Thailand, 29 Maret 2021. 3.000 lebih penduduk desa dari distrik Mutraw (Hpapun) negara bagian Karen meninggalkan rumah mereka pada Ahad menyusul serangkaian serangan udara oleh militer Myanmar di wilayah yang dikendalikan oleh Persatuan Nasional Karen (KNU). Karen Women's Organization/Handout via Reuters

Pengungsi Karen terlihat di perahu di tepi sungai Salween di Mae Hong Son, Thailand, 29 Maret 2021. Ada lebih dari 2.400 pengungsi di kamp Ei Tu Hta, sementara 5.000 lainnya tinggal di sepanjang tepi sungai Salween, yang memisahkan Myanmar dan Thailand. Dalam tangkapan layar ini diambil dari video yang diperoleh oleh Reuters.

Petugas keamanan Thailand menyaksikan pengungsi Karen membawa barang-barangnya ke tepi sungai Salween di Mae Hong Son, Thailand, 29 Maret 2021. Dalam tangkapan layar ini diambil dari video yang diperoleh oleh Reuters.