Petugas medis mengambil plasma konvalesen milik penyintas Covid-19 di Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021. Terapi plasma konvalesen dapat membantu orang pulih dari Covid-19 sehingga dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Petugas medis bersiap mengambil plasma konvalesen milik penyintas Covid-19 di Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021. Plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 dicari karena mengandung antibodi terhadap virus corona. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Petugas medis mengambil plasma konvalesen milik penyintas Covid-19 di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021. Data dari uji klinis kecil dan akses data nasional menunjukkan bahwa plasma konvalesen dapat mengurangi tingkat keparahan atau mempersingkat durasi perawatan terutama pada pasien dengan gejala berat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Donor plasma konvalesen di Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Petugas medis menunjukkan plasma konvalesen milik penyintas Covid-19 di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, Kramat, Senen, Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021. PMI DKI Jakarta menyatakan bahwa seiring dengan lonjakan kasus konfrimasi positif Covid-19 di Ibu Kota, permintaan plasma darah konvalesen meningkat hingga 200 persen. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Warga penyintas Covid-19 antre untuk mendonorkan plasma konvalesen di Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W