Taruna taruni berbaris di depan Gedung Rektorat Politeknik Penerbangan Jayapura, Papua, 9 Juni 2021. Papua sekarang telah mempunyai sekolah khusus untuk penerbangan. Politeknik Penerbangan Jayapura resmi dibuka tahun 2019 lalu di atas lahan kurang lebih 96.000 meter persegi. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Seorang instruktur mengajar di Politeknik Penerbangan Jayapura, Papua, 9 Juni 2021. Misi utama Politeknik Penerbangan Jayapura yaitu menyelenggarakan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan professional, beretika dan prima. Keberadaanya diharapkan mampu memenuhi tuntutan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam dunia penerbangan menuju kepada pengakuan Internasional. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Sejumlah taruna taruni mengikuti jadwal keagamaan di Politeknik Penerbangan Jayapura, Papua, 9 Juni 2021. Politeknik ini memiliki 9 laboratorium, 2 area simulator, satu ruang workshop, 4 fasilitas penunjang dan 2 unit kendaraan praktek serta memiliki 3 jurusan yakni Diploma III Manajemen Bandar Udara, Diploma III Manajemen Lalu Lintas Udara dan Diploma III Teknik Listrik Bandara. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Taruna taruni saat jadwal makan di Politeknik Penerbangan Jayapura, Papua, 9 Juni 2021. Sekolah ini juga telah menerima taruna-taruni angkatan pertama di tahun 2019 dan akan wisuda tahun 2022 mendatang. Angkatan pertama tersebut berjumlah 69 orang, sementara di penerimaan tahun 2020 sebanyak 48 orang dengan total keseluruhan yang tengah mengikuti program Diploma III sebanyak 117 orang. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Instruktur mendampingi taruna dalam simulasi kebakaran pesawat di Politeknik Penerbangan Jayapura, Papua, 9 Juni 2021. Benny Suherman selaku Direktur Politeknik Penerbangan Jayapura mengatakan dengan adanya pendidikan lulusan Diploma III di Jayapura ini, dapat menjawab kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) setiap Bandar Udara (Bandara) dan Lapangan Terbang (Lapter) maupun industri penerbangan yang ada di wilayah kerja Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Simulasi penyelamatan korban kebakaran pesawat di Politeknik Penerbangan Jayapura, 9 Juni 2021. Untuk tahun 2021, sebanyak 25 persen khusus afirmasi bagi putra putri asli Papua dari 48 orang penerimaan yang ada. ANTARA FOTO/Indrayadi TH