Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, meninjau proses produksi pesawat angkut berat jenis C-130J Hercules di pabrikan Lockheed Martin, 7 September 2021 lalu. Pesawat C-130J Hercules ini merupakan alutsista terbaru yang akan diterima TNI AU. Lockheed Martin Photography by. Thinh D. Nguyen/TNI AU

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, menandatangani rangka pesawat C-130J Hercules yang diproduksi untuk TNI AU di pabrikan Lockheed Martin, 7 September 2021. Pesawat Hercules ini merupakan seri terbaru yang didisain secara modern versi militer, baik teknologi mesin pesawat maupun sistem avioniknya. Lockheed Martin Photography by. Thinh D. Nguyen/TNI AU

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, berfoto di sebelah rangka pesawat C-130J Hercules yang diproduksi untuk TNI AU di pabrikan Lockheed Martin, 7 September 2021. Indonesia berencana membeli 5 unit pesawat C-130J. Foto: Lockheed Martin/Thinh D. Nguyen/TNI AU

Suasana di lini produksi pesawat C-130 Hercules di Lockheed Martin. Pesawat C-130J akan menjadi tulang punggung operasi TNI-AU, termasuk untuk misi bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana. Foto: Lockheed Martin

Pesawat C-130J Super Hercules yang dimiliki Angkatan Udara AS. Pesawat ini mampu mengangkut beban maksimal 44,000 lbs (19,958 kg) dengan jangkauan 2,417 miles. Flickr/Lockheed Martin