Terpidana kasus dugaan suap penghapusan red notice Joko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte disebut sebagai salah satu orang yang menganiaya Muhammad Kece di rutan Bareskrim, akhir Agustus 2021 lalu. Kece melaporkan penganiayaan terhadap dirinya pada 26 Agustus 2021 lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

Irjen Napoleon Bonaparte merupakan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional tengah menjalani vonis empat tahun dalam kasus suap penghapusan Red Notice Djoko Tjandra. Kerabat M Kece, Pendeta Saifuddin Ibrahim membeberkan bahwa penganiayaan itu terjadi sehari setelah Kece ditahan di rutan Bareskrim Polri dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Pendeta Saifuddin menyebut jika Kece pingsan setelah dianiaya oleh lima orang di rutan Bareskrim Polri. Akibat penganiayaan, M Kece disebut mengalami lebam di bagian muka, kepala, lengan kiri, hingga di bagian rusuk kanan. Youtube

Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto mengonfirmasi Irjen Napoleon Bonaparte sebagai pelaku penganiayaan terhadap sesama tahanan. Kasus penganiayaan M. Kece ini tengah dalam penyelidikan. TEMPO/M Taufan Rengganis

Kosman bin Suned alias M Kece sampai saat ini masih mendekam di dalam tahanan Bareskrim. Ia ditangkap pada 24 Agustus 2021 di Bali, dan ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama Islam. Youtube