Peneliti mengambil sampel swab oral dari kelelawar yang ditangkap di Bukit Chhngauk, Distrik Thala Borivat, Provinsi Steung Treng, Kamboja, 30 Agustus 2021. Para peneliti dari Institut Pasteur du Cambodge melakukan penelitian untuk melacak asal usul virus Corona. REUTERS/Cindy Liu

Peneliti mengambil sampel swab oral dari kelelawar yang ditangkap di Bukit Chhngauk, Distrik Thala Borivat, Provinsi Steung Treng, Kamboja, 30 Agustus 2021. Satu dekade yang lalu, sebuah virus yang sangat mirip dengan virus Corona ditemukan pada kelelawar di wilayah tersebut. REUTERS/Cindy Liu

Peneliti mengambil sampel darah dari kelelawar yang ditangkap di Bukit Chhngauk, Distrik Thala Borivat, Provinsi Steung Treng, Kamboja, 31 Agustus 2021. Dua sampel dari kelelawar tapal kuda dikumpulkan pada tahun 2010 di provinsi Stung Treng dekat Laos dan disimpan dalam freezer di Institut Pasteur du Cambodge (IPC) di Phnom Penh, Kamboja. REUTERS/Cindy Liu

Peneliti memegang kelelawar yang ditangkap di Bukit Chhngauk, Distrik Thala Borivat, Provinsi Steung Treng, Kamboja, 30 Agustus 2021. Tim peneliti dari Institut Pasteur du Cambodge (IPC) yang beranggotakan delapan orang telah mengumpulkan sampel dari kelelawar dengan mencatat spesies, jenis kelamin, usia, dan detail lainnya selama seminggu. REUTERS/Cindy Liu

Peneliti mengeluarkan kelelawar yang terperangkap dalam jaring kabut di Bukit Chhngauk di Distrik Thala Borivat, Provinsi Steung Treng, Kamboja, 31 Agustus 2021. Penelitian terhadap kelelawar terkait asal usul Covid-19 juga tengah dilakukan di Filipina. REUTERS/Cindy Liu

Peneliti dari Institut Pasteur du Cambodge mengumpulkan kotoran kelelawar dari sebuah gua di Bukit Chhangauk di Distrik Thala Borivat, Provinsi Steung Treng, Kamboja, 31 Agustus 2021. REUTERS/Cindy Liu