Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jadi Terlapor, Haris Azhar Siap Bela Diri

Koordinator KontraS, Haris Azhar, memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. KontraS menyatakan informasi mengenai keterangan Freddy Budiman agar ditempatkan dan ditanggapi secara proporsional dan profesional. TEMPO/Dian Triyuli Handoko
Koordinator KontraS, Haris Azhar, memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. KontraS menyatakan informasi mengenai keterangan Freddy Budiman agar ditempatkan dan ditanggapi secara proporsional dan profesional. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

5 Agustus 2016 00:00 WIB

Ekspresi Koordinator KontraS, Haris Azhar, saat memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. KontraS menyatakan informasi tersebut digunakan dengan mengedepankan kepentingan umum dan tujuan bersama untuk memerangi darurat kejahatan narkotika. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Ekspresi Koordinator KontraS, Haris Azhar, saat memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. KontraS menyatakan informasi tersebut digunakan dengan mengedepankan kepentingan umum dan tujuan bersama untuk memerangi darurat kejahatan narkotika. ANTARA/Widodo S. Jusuf

5 Agustus 2016 00:00 WIB

Koordinator KontraS Haris Azhar (tengah), Ketua Setara Institute Hendardi (kiri) dan Penggiat HAM Robertus Robert (kanan) memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016.  Haris kini berstatus sebagai terlapor, setelah BNN, TNI, Kepolisian Republik Indonesia, dan organisasi keturunan veteran TNI Pemuda Panca Marga melaporkannya ke Bareskrim Polri. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Koordinator KontraS Haris Azhar (tengah), Ketua Setara Institute Hendardi (kiri) dan Penggiat HAM Robertus Robert (kanan) memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris kini berstatus sebagai terlapor, setelah BNN, TNI, Kepolisian Republik Indonesia, dan organisasi keturunan veteran TNI Pemuda Panca Marga melaporkannya ke Bareskrim Polri. ANTARA/Widodo S. Jusuf

5 Agustus 2016 00:00 WIB

Koordinator KontraS Haris Azhar (tengah), usai memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris kini berstatus sebagai terlapor, setelah BNN, TNI, Kepolisian Republik Indonesia, dan organisasi keturunan veteran TNI Pemuda Panca Marga melaporkannya ke Bareskrim Polri. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Koordinator KontraS Haris Azhar (tengah), usai memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris kini berstatus sebagai terlapor, setelah BNN, TNI, Kepolisian Republik Indonesia, dan organisasi keturunan veteran TNI Pemuda Panca Marga melaporkannya ke Bareskrim Polri. ANTARA/Widodo S. Jusuf

5 Agustus 2016 00:00 WIB

Koordinator KontraS, Haris Azhar, memberikan keterangan pers mengenai status terlapornya di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris dilaporkan setelah mengungkapkan pengakuan terpidana mati narkotika Freddy Budiman. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Koordinator KontraS, Haris Azhar, memberikan keterangan pers mengenai status terlapornya di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris dilaporkan setelah mengungkapkan pengakuan terpidana mati narkotika Freddy Budiman. ANTARA/Widodo S. Jusuf

5 Agustus 2016 00:00 WIB

Koordinator KontraS, Haris Azhar, bersiap memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris membeberkan pengakuan Freddy yang didapatkannya saat bertemu di Nusakambangan pada 2014, lewat tulisan bertajuk 'Cerita Busuk Seorang Bandit' ke akun Facebook resmi KontraS. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Koordinator KontraS, Haris Azhar, bersiap memberikan keterangan pers di Jakarta, 5 Agustus 2016. Haris membeberkan pengakuan Freddy yang didapatkannya saat bertemu di Nusakambangan pada 2014, lewat tulisan bertajuk 'Cerita Busuk Seorang Bandit' ke akun Facebook resmi KontraS. ANTARA/Widodo S. Jusuf

5 Agustus 2016 00:00 WIB