Wanita Bosnia menangis selama upacara peringatan pembantaian Muslim Bosnia di Visegrad oleh polisi dan pasukan militer Serbia pada tahun 1992 pada awal Perang Bosnia, di Visegrad, Bosnia, 14 Juni 2014. (Samir Yordamovic/Getty Images)

Rakyat Bosnia berbaris saat reli untuk memperingati pembantaian Muslim Bosnia di Visegrad oleh polisi dan pasukan militer Serbia pada awal Perang Bosnia 1992, di Visegrad, Bosnia, 14 Juni 2014. (Samir Yordamovic/Getty Images)

Rakyat Bosnia lakukan reli saat peringatan Muslim Bosnia yang tewas dalam pembantaian Visegrad, di Visegrad, Bosnia, 14 Juni 2014. Para petinggi militer Serbia yang terlibat dalam pembantaian Visegrad tersebut telah dijatuhi hukuman pada 2009 atas kasus kekerasan. (Samir Yordamovic/Getty Images)

Wanita Bosnia berdoa saat upacara peringata Muslim Bosnia yang tewas dalam pembantaian Visegrad oleh polisi dan pasukan militer Serbia pada awal Perang Bosnia 1992, di Visegrad, Bosnia, 14 Juni 2014. Pembantaian tersebut bermula dari Serbia yang menolak referendum kemerdekaan Bosnia dan Kroasia. (Samir Yordamovic/Getty Images)

Rakyat Bosnia berkumpul di sekitar area pembantaian terparah, di Visegrad, Bosnia, 14 Juni 2014. Referendum terjadi ketika Yugoslavia, negara yang menyatukan Kroasia, Bosnia dan Serbia runtuh setelah Komunis runtuh, lalu mulai terjadi gesekan politik antar negara. (Samir Yordamovic/Getty Images)

Korban pembantaian Visegrad yang selamat turut hadir dalam peringatan, di Visegrad, Bosnia, 14 Juni 2014. Jumlah korban pembantaian Visegrad terbanyak setelah perang dunia II, sekitar 1.000 makam massal korban telah ditemukan. (Samir Yordamovic/Getty Images)