Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI), berlumuran darah usai bentrok dengan aparat kepolisian saat melakukan aksi anarkis di depan kantor Balaikota DKI Jakarta, 3 Oktober 2014. TEMPO/Dasril Roszandi.

Beberapa anggota kepolisian terluka akibat terkena lemparan batu yang dilakukan oleh sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Balaikota DKI Jakarta, 3 Oktober 2014. TEMPO/Dasril Roszandi.

Sejumlah pecahan batu berserakan dihalaman gedung Balaikota DKI Jakarta, usai terjadi bentrokan antara massa Front Pembela Islam (FPI) dengan aparat kepolisian di Jakarta, 3 Oktober 2014. TEMPO/Dasril Roszandi.

Kaca mobil yang terparkir di halaman kantor Balaikota DKI Jakarta, pecah terkena lemparan batu yang di lakukan oleh massa Front Pembela Islam (FPI) saat melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta, 3 Oktober 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

Petugas kepolisian menunjukan barang bukti sebuah samurai yang merupakan milik anggota Front Pembela Islam (FPI) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, 3 Oktober 2014. Mereka menuntut Ahok untuk mundur menjadi Gubenur. TEMPO/Dasril Roszandi.

Seorang anggota Front Pembela Islam (FPI), berlumuran darah usai terjadi bentrok dengan aparat kepolisian yang membubarkan aksi anarkis massa FPI saat melakukan unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, 3 Oktober 2014. TEMPO/Dasril Roszandi.