Indra Bekti bersama istinya Aldila Jelita dan anaknya Davina Sahira Indra Bekti saat konferensi pers di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta, Kamis (24/5). Adila Jelita melahirkan anak pertamanya pada 23 Mei 2012 pukul 15.25 dengan jenis kelamin perempuan, berat 2930 gram dan panjang 48,5 cm secara normal di Rumah Sakit Brawijaya. TEMPO/Agung Pambudhy

Indra Bekti mencium istinya Aldila Jelita saat konferensi pers di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta, Kamis (24/5). Adila Jelita melahirkan anak pertamanya pada 23 Mei 2012 pukul 15.25 dengan jenis kelamin perempuan, berat 2930 gram dan panjang 48,5 cm secara normal di Rumah Sakit Brawijaya. TEMPO/Agung Pambudhy

Indra Bekti tertawa bahagia bersama dengan istinya Aldila Jelita saat konferensi pers mengenai kelahirannya anaknya di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta, Kamis (24/5). Adila Jelita melahirkan anak pertamanya pada 23 Mei 2012 pukul 15.25 dengan jenis kelamin perempuan, berat 2930 gram dan panjang 48,5 cm secara normal di Rumah Sakit Brawijaya. TEMPO/Agung Pambudhy

Indra Bekti didampingi istinya Aldila Jelita dan dr Uf Bagazi SpOG menjelaskan kepada wartawan seputar proses kelahiran anaknya saat konferensi pers di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta, Kamis (24/5). Adila Jelita melahirkan anak pertamanya pada 23 Mei 2012 pukul 15.25 dengan jenis kelamin perempuan, berat 2930 gram dan panjang 48,5 cm secara normal di Rumah Sakit Brawijaya. TEMPO/Agung Pambudhy

Davina Sahira Indra Bekti anak dari Indra Bekti dan Adila Jelita saat konferensi pers di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta, Kamis (24/5). Adila Jelita melahirkan anak pertamanya pada 23 Mei 2012 pukul 15.25 dengan jenis kelamin perempuan, berat 2930 gram dan panjang 48,5 cm secara normal di Rumah Sakit Brawijaya. TEMPO/Agung Pambudhy

Indra Bekti bersama istinya Aldila Jelita mencium anaknya Davina Sahira Indra Bekti saat konferensi pers di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta, Kamis (24/5).Adila Jelita melahirkan anak pertamanya pada 23 Mei 2012 pukul 15.25 dengan jenis kelamin perempuan, berat 2930 gram dan panjang 48,5 cm secara normal di Rumah Sakit Brawijayai. TEMPO/ Agung Pambudhy