Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X bersama sejumlah tokoh seperti Allisa Wahid, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, dan Rektor UGM Pratikno memukul kentongan dalam aksi budaya "Manifesto Kebhinekaan", Minggu (24/6). Aksi yang diikuti ribuan warga dari berbagai elemen itu untuk mengecam tindak intimidasi dan kekerasan atas nama agama yang belakangan masih sering terjadi di tanah air. Tempo/Pribadi Wicaksono

Ribuan warga Yogyakarta dari berbagai elemen mengikuti apel akbar untuk mendeklarasikan bersama "Manifesto Kebhinekaan" di halaman Istana Negara Yogyakarta, Minggu (24/6). Aksi yang dipimpin Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X itu untuk mengecam tindak intimidasi dan kekerasan atas nama agama yang belakangan masih sering terjadi di tanah air. Tempo/Pribadi Wicaksono

Ribuan warga Yogyakarta dari berbagai elemen mengikuti apel akbar untuk mendeklarasikan bersama "Manifesto Kebhinekaan" di halaman Istana Negara Yogyakarta, Minggu (24/6). Aksi yang dipimpin Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X itu untuk mengecam tindak intimidasi dan kekerasan atas nama agama yang belakangan masih sering terjadi di tanah air. Tempo/Pribadi Wicaksono

Ribuan warga Yogyakarta dari berbagai elemen mengikuti apel akbar untuk mendeklarasikan bersama "Manifesto Kebhinekaan" di halaman Istana Negara Yogyakarta, Minggu (24/6). Aksi yang dipimpin Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X itu untuk mengecam tindak intimidasi dan kekerasan atas nama agama yang belakangan masih sering terjadi di tanah air. Tempo/Pribadi Wicaksono

Ribuan warga Yogyakarta dari berbagai elemen mengikuti apel akbar untuk mendeklarasikan bersama "Manifesto Kebhinekaan" di halaman Istana Negara Yogyakarta, Minggu (24/6). Aksi yang dipimpin Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X itu untuk mengecam tindak intimidasi dan kekerasan atas nama agama yang belakangan masih sering terjadi di tanah air. Tempo/Pribadi Wicaksono

Ribuan warga Yogyakarta dari berbagai elemen mengikuti apel akbar untuk mendeklarasikan bersama "Manifesto Kebhinekaan" di halaman Istana Negara Yogyakarta, Minggu (24/6). Aksi yang dipimpin Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X itu untuk mengecam tindak intimidasi dan kekerasan atas nama agama yang belakangan masih sering terjadi di tanah air. Tempo/Pribadi Wicaksono