Teman satu angkatan menangis seusai pemakaman pilot Hercules Kapten Sandy Permana di Taman Makan Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, 2 Juli 2015. Sandy yang berasal dari Skuadron Udara 32 Malang, Wing 2 Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang ini dinobatkan sebagai siswa terbaik. TEMPO/Budi Purwanto

Keluarga menabur bunga di makam pilot pesawat Hercules Kapten Sandy Permana di Taman Makan Pahlawan Giri Tunggal Semarang, 2 Juli 2015. Sandy yang berasal dari Skuadron Udara 32 Malang, Wing 2 Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang ini dinobatkan sebagai siswa terbaik. TEMPO/Budi Purwanto

Komandan Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Penerbang H Haris Haryanto menyerahkan bendera merah putih kepada Fitriana Hapsari istri pilot pesawat Hercules Kapten Sandy Permana di Taman Makan Pahlawan Giri Tunggal Semarang, 2 Juli 2015. Sandy yang berasal dari Skuadron Udara 32 Malang, Wing 2 Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang ini dinobatkan sebagai siswa terbaik. TEMPO/Budi Purwanto

Peti jenazah Kapten Penerbang Sandy Permana diturunkan ke liang lahat seusai upacara militer di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang, 2 Juli 2015. Sandy yang berasal dari Skuadron Udara 32 Malang, Wing 2 Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang ini dinobatkan sebagai siswa terbaik. TEMPO/Budi Purwanto

Peti jenazah Kapten Penerbang Sandy Permana saat akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang, 2 Juli 2015. Sandy yang berasal dari Skuadron Udara 32 Malang, Wing 2 Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang ini dinobatkan sebagai siswa terbaik. TEMPO/Budi Purwanto

Fitriana Hapsari menangis di pusara suaminya Kapten Penerbang Sandy Permana di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang, 2 Juli 2015. Sandy adalah pilot pesawat Hercules C-130 yang mengalami kecelakaan di Medan. TEMPO/Budi Purwanto