Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) melambaikan tangan saat tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. Novel memenuhi panggilan Bareskrim untuk pelimpahan berkas tahap dua dari Bareskrim ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu. ANTARA/Reno Esnir

Penyidik KPK, Novel Baswedan berada di ruang tunggu di gedung KPK, Jakarta, 10 Desember 2015. Penyidik Bareskrim Mabes Polri akan memeriksa lanjutan dan melimpahkan berkas yang telah dinyatakan rampung (P21) ke Kejaksaan Agung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Penyidik KPK, Novel Baswedan (kanan), berbincang dengan rekannya di gedung KPK sebelum berangkat ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. Novel menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan berat terhadap pencuri sarang burung walet pada 2004 lalu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Penyidik KPK, Novel Baswedan (kanan), menjawab pertanyaan wartawan di gedung KPK sebelum berangkat ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. Kasus ini terjadi saat ia menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Bengkulu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Penyidik KPK, Novel Baswedan memasuki mobil untuk berangkat ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. Pelimpahan berkas penganiayaan tersebut sempat ditolak Kejaksaan dikarenakan belum lengkap pada pekan lalu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. ANTARA/Reno Esnir