Dua kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS John C. Stennis (kiri) dan USS Ronald Reagan dari Armada 7 di perairan Filipina, 18 Juni 2016. Amerika Serikat menempatkan dua kapal induknya setelah suasana di Laut Cina Selatan memanas. Jake Greenberg/U.S. Navy via Getty Images

Lima pesawat tempur F/A-18 Hornets Amerika Sewrikat terbang di atas kapal induk USS John C. Stennis (CVN 74), 18 Juni 2016. Kapal induk yang masuk kelas Nimitz ini berada di Laut Filipina bersama kapal induk USS Ronald Reagan (CVN 76). Steve Smith/U.S. Navy via Getty Images

Dua kapal induk dari Armada 7 Amerika Serikat, USS John C. Stennis (CVN 74) dan USS Ronald Reagan (CVN 76) berlayar di Laut Filipina, 18 Juni 2016. Amerika Serikat menempatkan dua kapal induknya untuk mendukung keamanan dan stabiltas di Laut Cina Selatan. Class Jake Greenberg/U.S. Navy via Getty Images

Pesawat tempur F/A-18E Super Hornet mendarat di kapal induk USS John C. Stennis (CVN 74) yang berlayar di Laut Filipina, 14 Juni 2016. Amerika Serikat menempatkan dua kapal induknya untuk menjaga stabilitas kawasan Laut Cina Selatan. Tomas Compian/U.S. Navy via Getty Images

Petugas mengatur pesawat tempur yang akan lepas landas di dek kapal induk bertenaga nuklir USS John C. Stennis. USS John Stenning dan USS Ronald Reagan ditempatkan di Laut Filipina karena sistuasi memanas di kawasan Laut Cina Selatan. AP/Shizuo Kambayashi

Pesawat tempur US Navy, F/A-18 Hornet lepas landas dari kapal induk bertenaga nuklir USS John C. Stennis. Amerika menampatkan dua kapal induknya di Laut Filipina untuk mendukung keamanan dan stabilitas di kawasan Laut Cina Selatan. AP/Shizuo Kambayashi