Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, A.M. Hermien Kusmayati (kedua dari kanan), didampingi seniman Sujiwo Tejo (kedua dari kiri) dan dekan Fakultas Seni Pertunjukan, I Wayan Dana (paling kiri) menerima piagam penghargaan rekor dunia Pagelaran Karawitan Terlama 24 jam Non stop dari Sri Widayati, Manajer Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Pendopo Ki Panjangmas ISI Yogyakarta, Jumat (14/12). TEMPO/Suryo Wibowo

Para pengrawit mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menabuh gamelan dalam usaha pemecahan rekor dunia Pagelaran Karawitan Terlama 24 jam Non stop di Pendopo Ki Panjangmas ISI Yogyakarta, Jumat (14/12). Pagelaran karawitan ini berlangsung selama 24 jam dari Kamis (13/12) pukul 10 hingga Jumat (14/12) pukul 10. TEMPO/Suryo Wibowo

17 kelompok karawitan dan 450 orang pengrawit (sebutan untuk para pemain musik gamelan), berusaha memecahkan rekor dunia Pagelaran Karawitan Terlama 24 jam Non stop di Pendopo Ki Panjangmas ISI Yogyakarta, Jumat (14/12). TEMPO/Suryo Wibowo

Tujuan pemecahan rekor menabuh gamelan selama 24 jam ini untuk mempromosikan gamelan yang dinilai layak diusulkan menjadi salah satu warisan budaya dunia di samping keris, wayang dan batik kepada UNESCO. TEMPO/Suryo Wibowo

Para pengrawit mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berkumpul di Pendopo Ki Panjangmas ISI Yogyakarta, sejak Kamis (13/14) kemarin hingga hari ini dalam rangka memecahkan rekor dunia Pagelaran Karawitan Terlama 24 jam Non stop. TEMPO/Suryo Wibowo

Suasana pemecahan rekor dunia Pagelaran Karawitan Terlama 24 jam Non stop di Pendopo Ki Panjangmas ISI Yogyakarta Jumat (14/12). TEMPO/Suryo Wibowo