Kapal perusak kawal rudal USS Decatur (DDG 73), sebagai bagian dari Bonhomme Richard Expeditionary Strike Group (ESG), pada 13 Oktober 2016. Kapal perusak Amerika Serikat ini melintas dekat dekat Kepulauan Paracel yang diklaim Tiongkok, pada 21 Oktober 2016. Aksi USS Decatur menimbulkan kemarahan Tiongkok, yang menyebut aksi Decatur sebagai ilegal dan provokativ. Courtesy Diana Quinlan/U.S. Navy/via REUTERS

Kapal perusak USS Decatur (kanan) berlayar di belakang USNS Matthew Perry, berlayar di Laut Cina Selatan, 17 Oktober 2016. Dua kapal perang Tiongkok memberi peringatan dan mengusir USS Decatur, pada saat berlayar dekat Kepulauan Paracel, 21 Oktober 2016. U.S. Navy/Petty Officer 2nd Class Will Gaskill via AP

Seorang pelaut kapal perusak USS Decatur (DDG 73) mengawasi USS Spruance (DDG 111) yang bersiap-siap melakukan pengisian di Laut Cina Selatan, 15 Oktober 2016. Amerika Serikat menempakan beberapa kapal perang armada Pacific Surface Action Group (PAC SAG) untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan itu. U.S. Navy/Petty Officer 3rd Class Gerald Dudley Reynolds

Seorang pelaut kapal perusak kawal rudal USS Decatur mengawasi sitausi di laut melalui binokular, saat berlayar di Laut Cina Selatan, 4 Oktober 2016. USS Decatur dibayangi oleh tiga kapal Cina pada saat berlayar dekat Kepulauan Paracel, pada 21 Oktober 2016. Pentagon mengatakan bahwa Decatur melakuak patroli rutin tanpa pengawalan dan tidak melanggar hukum internasional. Gerald Dudley Reynolds/U.S. Navy

Tilt-rotor Osprey di atas kapal serbu amfibi USS Bonhomme Richard (LHD 6) di Laut Cina Selatan, 6 Oktober 2016. Amerika menolak klaim Tiongkok dan beberapa kali melakukan pelayaran mendekati Kepulauan Spartly mengatasnamakan kebebasan navigasi. Courtesy David Holmes/U.S. Navy/Handout via REUTERS

Pelaut kapal serbu amfibi USS Bonhomme Richard (LHD 6), kapal pemimpin Bonhomme Richard Expeditionary Strike Group, memperbarui informasi navigasi , saat berlayar di Laut Cina Selatan, 12 Oktober 2016. Aksi kapal perang Amerika Serikat berlayar mendekati kepulauan Spartly merupakan yang ke empat sejak tahun lalu. Courtesy David Holmes/U.S. Navy/Handout via REUTERS