Pedagang menata kentang lokal yang berasal dari Dieng di Jakarta, Jumat (9/12). Kementerian Perdagangan meminta sektor hotel, restoran, dan katering dapat membantu menyerap produksi kentang dalam negeri serta merekomendasikan penghentian impor kentang lantaran dinilai merugikan petani lokal. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri) bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) melakukan orasi di hadapan peserta demo tolak impor kentang di depan Gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, Kamis (8/12). Pengunjukrasa dari petani merasa dirugikan dengan adanya kentang impor dari Cina dan Pakistan yang masuk ke pasar tradisional sehingga membuat harga kentang petani lokal turun dari harga Rp 8.500/kg menjadi Rp 6.500/kg ditingkat petani. ANTARA FOTO/Syafril

Kementerian Perdagangan meminta sektor hotel, restoran, dan katering dapat membantu menyerap produksi kentang dalam negeri serta merekomendasikan penghentian impor kentang lantaran dinilai merugikan petani lokal. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Pedagang menghitung uang konsumen yang membeli kentang lokal asal Dieng di Jakarta, Jumat (9/12). Kementerian Perdagangan meminta sektor hotel, restoran, dan katering dapat membantu menyerap produksi kentang dalam negeri serta merekomendasikan penghentian impor kentang lantaran dinilai merugikan petani lokal. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Pedagang menata kentang lokal yang berasal dari Dieng di Jakarta, Jumat (9/12). Kementerian Perdagangan meminta sektor hotel, restoran, dan katering dapat membantu menyerap produksi kentang dalam negeri serta merekomendasikan penghentian impor kentang lantaran dinilai merugikan petani lokal. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Petani memanen kentang di areal perladangan kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (28/11). Petani kentang mengaku terpukul dengan masuknya kentang impor dari India, Tiongkok dan Banglades yang menyebabkan harga kentang lokal turun dari Rp14.000 menjadi Rp8.000 per kilogram. ANTARA FOTO/Anis Efizudin