Pengajar mencontohkan tari Beksan kepada para peserta sekolah tari Pamulangan Hamong Beksa Kraton Yogyakarta saat latihan pertama di Bangsal Ksatriyan, Kraton Yogyakarta, Minggu (3/3). Setelah vakum lama, akhirnya sekolah yang mengajarkan berbagai tari khas Kraton Yogyakarta ini dibuka kembali untuk umum. TEMPO/Suryo Wibowo

Peserta sekolah tari Pamulangan Hamong Beksa Kraton Yogyakarta menarikan tari Serimpi saat mengikuti latihan pertama di Bangsal Ksatriyan, Kraton Yogyakarta, Minggu (3/3). TEMPO/Suryo Wibowo

Para peserta sekolah tari Pamulangan Hamong Beksa Kraton Yogyakarta mengikuti latihan pertama di Bangsal Ksatriyan, Kraton Yogyakarta, Minggu (3/3). TEMPO/Suryo Wibowo

Para peserta sekolah tari Pamulangan Hamong Beksa Kraton Yogyakarta bersiap sebelum mengikuti latihan pertama di Bangsal Ksatriyan, Kraton Yogyakarta, Minggu (3/3). TEMPO/Suryo Wibowo

Pengajar mengarahkan posisi menari seorang peserta putri sekolah tari Pamulangan Hamong Beksa Kraton Yogyakarta saat mengikuti latihan pertama tari Sari Tunggal di Bangsal Ksatriyan, Kraton Yogyakarta, Minggu (3/3). Sekolah tari ini dibuka untuk melestarikan tari khas Yogyakarta yang semakin pudar dan menjadi sarana pembelajaran budi pekerti dan nilai-nilai perilaku dalam kebudayaan Jawa seperti kesabaran, keluwesan dan kesantunan. TEMPO/Suryo Wibowo

Peserta sekolah tari Pamulangan Hamong Beksa Kraton Yogyakarta mengabadikan rekannya menggunakan komputer tablet usai mengikuti latihan tari di Bangsal Ksatriyan, Kraton Yogyakarta, Minggu (3/3). TEMPO/Suryo Wibowo