Amerika Serikat sukses melakukan uji coba terakhir rudal pertahanan udara SM-6 Dual I yang dapat menghancurkan rudal balistik, pada 30 Agustus 2017, beberapa hari setelah Korea Utara meluncurkan rudal balistiknya melewati Jepang. Rudal SM-6 sebelumnya dikenal sebagai rudal pertahanan udara dan perang anti kapal permukaan. U.S. Navy/raytheon.com

Uji coba SM-6 Dual I, pada akhir Agustus lalu, merupakan yang ketiga kali, setelah uji coba pertama pada Agustus 2015, dan kedua pada akhir 2016. Ketiga uji coba itu berlangsung dengan sukses. SM-6 Dual I berhasil melibat rudal balistik pada fase terminal. U.S. Navy/raytheon.com

Rudal SM-6 Dual I adalah bagian dari program Terminal Rudal Pertahanan Udara Berbasis Kapal, yang melindungi armada dari ancaman rudal balistik pada fase terminal atau akhir. Rudal ini juga dapat menghancurkan helikopter, pesawat tempur, drone, dan rudal penjelajah. Missile Defense Agency/raytheon.com

Kapal perang AEGIS Amerika Serikat jenis destroyer dan cruiser akan dilengkapi dengan rudal SM-6 Dual I. SM-6 Dual I dapat ditempatkan pada kapal-kapal perang masa depan, yang menggunakan sistem peluncur vertikal (VLS) MK 41. Missile Defense Agency/raytheon.com

Rudal SM-6 Dual I menggunakan sistem operasi pemandu semi-active homing dan active homing untuk melibat target dengan akurat, digabung dengan proses sinyal yang maju dan kontrol pemandu rudal udara ke udara AMRAAM. SM-6 Dual I mampu melaju hingga kecepatan 3,5 Mach. Missile Defense Agency/raytheon.com

Agar rudal SM-6 Dual dapat mencegat rudal balistik, kapal perang AEGIS harus dapat mendeteksi rudal saat fase peluncuran. SM-6 Dual I adalah satu-satunya rudal yang mendukung perang anti-udara, peperangan anti-permukaan dan pertahanan rudal balistik berbasis laut. warspot.ru