Situs militer IHS Janes, 18 Januari 2018, menulis bahwa PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Turkish Aerospace Industries (TAI) akan berkolaborasi mengembangkan drone medium-altitude long-endurance (MALE) untuk TNI AU. Drone MALE mampu terbang setinggi 3-9 kilometer selama 24-48 jam tanpa henti. quwa.org

Direktur PTDI, Arie Wibowo, mengatakan bahwa drone ini dikembangkan dari Anka, drone MALE yang dibuat Turkish Aerospace Industries. Wibowo mengatakan bahwa drone akan dikembangkan sesuai dengan TNI-AU dan berharap dapat menawarkan prototipe drone yang siap operasional dalam 12 bulan. quwa.org

Drone MALE Anka yang menjadi basis pengembangan drone PTDI dapat beroperasi dalam segala cuaca, baik siang maupun malam. Drone ini dapat melakukan misi pengawasan dan pengintaian, pelacakan target, memberi sinyal intelejen, dan relai komunikasi. airforce-technology.com

Untuk menjalankan misinya, drone Anka dilengkapi dengan dua payload, yaitu electro-optic/forward looking infrared/laser range finder (EO/FLIR/LRF) dan synthetic aperture radar/ground moving target indicator/inverse SAR (SAR/GMTI/ISAR). Drone Anka menggunakan sistem radar AselFLIR 300T buatan Aselsan. aveoengineering.com

Drone MALE Anka memiliki panjang delapan meter, rentang sayap 17,3 m, dan tinggi 3,4 m. Beban maksimal ketika lepas landas 1.600 kilogram, daya muat 200 kg, terbang selama 24 jam, dan ketinggian maksimum 9.144 m. Anka mampu terbang dengan kecepatan maksimum 217 km/jam dan jangkauan 4.896 km. aviationweek.com

Turkish Aerospace Industries membuat varian Anka yng dapat dipersenjatai. Varian ini mampu membawa kombinasi roket Smart Micro Munition (MAM-L) yang memiliki hulu ledak 10 kg dengan radius kerusakan 25 m. Anka dapat juga membawa bom dipandu CiRiT, dan rudal anti tank jarak jauh UMTAS. armyrecognition.com