Media online sputniknews menulis bahwa rudal Standard Missile-3 (SM-3) Blok IIA gagal mencegat rudal target dalam uji coba yang dilakukan di Kauai, Hawaii, Amerika Serikat, pada 31 Januari 2018. Rudal SM-3 Blok IIA buatan Raytheon ini dirancang khusus untuk mencegat rudal balistik. raytheon.com

Rudal SM-3 Blok IIA telah tiga kali diuji coba dari Kauai, Hawaii. Satu berhasil, dua lainnya gagal. Kegagalan pertama terjadi, pada Juni 2017, setelah seorang kru kapal perang USS John Paul Jones melakukan kesalahan sehingga memicu mekanisme penghancuran rudal sehingga SM-3 Blok IIA meledak. raytheon.com

Komando Pasifik Amerika Serikat mengakui adanya uji coba SM-3 Blok IIA yang dilakukan oleh Missile Defence Agency dan Angkatan Laut di fasilitas Pacific Missile Range, Kauai, Hawaii. Pentagon tidak merilis penyebab kegagalan SM-3 mencegat rudal target yang diluncurkan dari pesawat itu. raytheon.com

Media online defensenews.com menulis bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gagalnya rudal SM-3 Blok IIA mencegat rudal target, selain masalah di rudal itu sendiri. Radar kontrol penembakan dan targeting atau sistem AEGIS Angkatan Laut juga dapat menjadi penyebab kegagalan itu. raytheon.com

Raytheon sedang mengembangkan rudal SM-3 Blok IIA, yang menjadi bagian dari proyek gabungan antara Amerika Serikat dan Jepang. Kedua negara ini berencana untuk memasang dua lapisan sistem pertahanan udara untuk menghadapi ancaman rudal balistik antar benua Korea Utara atau negara lain. raytheon.com

Rudal pencegat SM-3 Blok IIA merupakan pengembangan dari SM-2 Blok IV yang telah terbukti keampuhannya. Raytheon telah mengembangkan rudal tiga tingkat ditambah booster ini menjadi SM-3 Blok 1, Blok 1A, Blok 1B, Blok 2, dan Blok 2A. Rudal SM-3 IIA dirancang untuk mengintersep rudal balistik jarak pendek dan menengah di luar angkasa. raytheon.com