Minggu, 18 November 2018

Pekerja memanen daun ganja di perusahaan medis Pharmacielo, Rionegro, Kolombia, 2 Maret 2018 lalu. Pharmacielo merupakan perusahaan medis pertama yang mengolah ganja untuk pengobatan di Kolombia. REUTERS/Jaime Saldarriaga

Direktur Operasional, Marcelo Antunes de Siqueira meninjau kebun ganja di perusahaan medis Pharmacielo, Rionegro, Kolombia, 2 Maret 2018 lalu. Pharmacielo memiliki kebun ganja seluas 12 hektare yang seluruhnya digunakan untuk pengobatan. REUTERS/Jaime Saldarriaga

Pekerja mengecek bibit tanaman ganja di perusahaan medis Pharmacielo, Rionegro, Kolombia, 2 Maret 2018 lalu. Sebagai perusahaan yang berlisensi pemerintah, Pharmacielo telah mendapat izin membudidayakan ganja secara legal di Rionegro, Kolombia. REUTERS/Jaime Saldarriaga

Pekerja menanam bibit ganja di perusahaan medis Pharmacielo, Rionegro, Kolombia, 2 Maret 2018 lalu. REUTERS/Jaime Saldarriaga

Pekerja mengolah daun ganja untuk pengobatan di perusahaan medis Pharmacielo, Rionegro, Kolombia, 2 Maret 2018 lalu. REUTERS/Jaime Saldarriaga

Direktur Operasional, Marcelo Antunes de Siqueira memeriksa tanaman ganja yang ditanam di perusahaan medis Pharmacielo, Rionegro, Kolombia, 2 Maret 2018 lalu. REUTERS/Jaime Saldarriaga