Rabu, 26 September 2018

Demonstran Palestina menggunakan ketapel untuk melemparkan batu ke arah pasukan Israel selama aksi protes terhadap permukiman Yahudi di desa Ras Karkar, dekat Ramallah, Tepi Barat, Kamis, 30 Agustus 2018. Ketapel dan batu menjadi andalan warga Palestina untuk membalas serangan gas air mata dari Israel. REUTERS/Mohamad Torokman

Demonstran Palestina melemparkan batu dengan ketapel ke arah pasukan Israel selama protes di pagar perbatasan antara Israel dan Gaza, sebelah timur Kota Gaza, Jumat, 31 Agustus 2018. Tentara Israel mengandalkan gas air mata untuk membalas warga Palestina. REUTERS/Mohammed Salem

Demonstran Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel selama protes di pagar perbatasan antara Israel dan Gaza, sebelah timur Kota Gaza, Jumat, 31 Agustus 2018. Dalam aksi ini, warga Palestina menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka. REUTERS/Mohammed Salem

Seorang dokter membantu seorang wanita Palestina yang terluka selama protes di pagar perbatasan antara Israel dan Gaza, sebelah timur Kota Gaza, Jumat, 31 Agustus 2018. REUTERS/Mohammed Salem

Seorang demonstran Palestina berselisih dengan pasukan Israel selama protes terhadap pembangunan pemukiman Israel, di desa Ras Karkar, dekat Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, Jumat, 31 Agustus 2018. REUTERS/Mohamad Torokman

Seorang wanita Palestina meneriakkan slogan selama aksi protes di pagar perbatasan antara Israel dan Gaza, sebelah timur Kota Gaza, Jumat, 31 Agustus 2018. REUTERS/Mohammed Salem