Jumat, 19 Oktober 2018

Seniman Turki, Ahmet Gunestekin, membuat instalasi "Chamber of Immortality" is di Istanbul, Turki, 13 September 2018. Ahmet Gunestekin menggunakan ribuan tengkorak manusia berbahan logam dan tanduk binatang runcing untuk menceritakan kembali beberapa mitos kuno melalui karya instalasi. REUTERS/Murad Sezer

Seniman Turki, Ahmet Gunestekin, menyelesaikan pembuatan instalasi "Chamber of Immortality" di Istanbul, Turki, 13 September 2018. Karya yang dinamai Chamber of Immortality itu mengacu pada Epic of Gilgamesh - raja bangsa Sumeria yang berusaha menemukan rahasia kehidupan abadi tetapi sia-sia dan mengarah pada kisah Nabi Nuh yang konon bahteranya terdampar di Gunung Ararat, Turki. REUTERS/Murad Sezer

Seniman Turki, Ahmet Gunestekin, menyelesaikan pembuatan instalasi "Chamber of Immortality" di Istanbul, Turki, 13 September 2018. Seluruh permukaan tengkorak besar dan lidah kemudian diselimuti sekitar 11.000 tengkorak yang lebih kecil. REUTERS/Murad Sezer

Seniman Turki, Ahmet Gunestekin, berpose dekat instalasi "Chamber of Immortality" di Istanbul, Turki, 13 September 2018. Proses pembuatan instalasinya memakan waktu hingga 4,5 tahun dengan biaya US$1 juta. REUTERS/Murad Sezer

Seniman Turki, Ahmet Gunestekin, berpose dekat instalasi "Chamber of Immortality" di Istanbul, Turki, 13 September 2018. Gunestekin terinspirasi oleh Gobeklitepe, sebuah kuil berusia 12.000 tahun di Turki yang tahun ini menjadi situs Warisan Dunia UNESCO. REUTERS/Murad Sezer

Instalasi "Chamber of Immortality" karya seniman Turki, Ahmet Gunestekin di Istanbul, Turki, 13 September 2018. REUTERS/Murad Sezer