Pekerja menampung air buangan pada pekerjaan pembuatan sumur bor di Kamp Pengungsi Terpadu Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. Sumur bor itu dibuat untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi pengungsi pasca terjadinya gempa, tsunami, dan lkuifaksi di Palu. ANTARA/Basri Marzuki

Sejumlah pekerja membuat sumur bor di Kamp Pengungsi Terpadu Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. Kamp Pengungsi Terpadu menjadi tempat tinggal warga yang rumahnya hancur dalam bencana pada 28 September 2018 lalu. ANTARA/Basri Marzuki

Warga terdampak gempa dan likuifaksi mengambil air minum dari posko relawan Danish Emergency Management Agency (DEMA) di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 25 Oktober 2018. Posko asal Denmark itu menyediakan air sulingan yang dapat langsung diminum bagi warga terdampak bencana di Palu. ANTARA/BasriMarzuki

Sejumlah prajurit TNI AD melakukan pengeboran tanah untuk mendapatkan air bersih di lokasi Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 25 Oktober 2018. Huntara yang dibangun oleh Kementerian PUPR sebanyak 1.200 itu akan dilengkapi sejumlah fasilitas diantaranya air bersih dari sumur bor. ANTARA/BasriMarzuki

Relawan juru masak Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyiapkan makanan dalam Makan Gratis Bersama di posko pengungsian Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 25 Oktober 2018. ACT akan membangun 5.000 unit shelter terpadu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti masjid, wc dan taman bermain anak. ANTARA/BasriMarzuki

Warga terdampak bencana memerhatikan gambar maket Shelter Pengungsi Terpadu yang akan dibangun oleh Aksi Cepat Tanggal (ACT) di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 25 Oktober 2018. Sejumlah lembaga memberikan bantuan bagi warga di posko pengungsian terpadu. ANTARA/Basri Marzuki