Rabu, 12 Desember 2018

Seorang pria mengamati bangkai paus yang terdampar dengan plastik di dalam perutnya di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin, 19 November 2018. Isi perut bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang ditemukan terdampar di Pulau Kapota ini berisi sampah plastik. REUTERS/KARTIKA SUMOLANG

Seorang pria mengamati bangkai paus yang terdampar dengan plastik di dalam perutnya di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin, 19 November 2018. Berdasarkan hasil identifikasi tim dari Balai Taman Nasional Wakatobi, selain plastik juga ditemukan banyak sampah kayu dan karet. REUTERS/KARTIKA SUMOLANG

Sampah plastik dan karet yang ditemukan di dalam perut paus yang terdampar di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin, 19 November 2018. Bangkai paus ini memiliki panjang 9,5 meter dan lebar 4,37 meter. REUTERS/KARTIKA SUMOLANG

Seorang pria mengumpulkan plastik yang ditemukan dalam perut paus yang terdampar di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin, 19 November 2018. Total sampah yang ditemukan mencapai 5,9 kg, dengan yang terbanyak adalah tali rafia seberat 3,2 kilogram dan sampah kayu seberat 740 gram. REUTERS/KARTIKA SUMOLANG

Petugas mengamati bangkai paus yang ditemukan dengan sampah di dalam perutnya di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin, 19 November 2018. Diduga penyebab kematian paus itu karena menelan sampah plastik yang tidak dapat dicerna. REUTERS/KARTIKA SUMOLANG