Kondisi reruntuhan Masjid Baiturrahman setelah bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

Kondisi Jembatan Ponulele yang hancur setelah bencana gempa bumi berkekuatan 7,4 SR dan tsunami di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala-Palu pada Jumat sore, 28 September 2018 tersebut, menyebabkan kerusakan besar dan ratusan korban tewas. TEMPO/Muhammad Hidayat

Puing-puing permukiman warga yang rusak akibat pergerakan atau pencairan tanah (likuifaksi), dua bulan pasca-gempa bumi di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, 27 November 2018. TEMPO/M. Taufan Rengganis

Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 39 yang kandas saat gempa bumi dan tsunami Palu dan Donggala pada Jumat, 28 September 2018, di Pelabuhan Wani, Donggala, Sulawesi Tengah, 29 November 2018. TEMPO/M. Taufan Rengganis

Kondisi Masjid Akhram Babul Rahman atau Masjid Apung setelah gempa bumi dan tsunami di Pantai Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah, 26 November 2018. TEMPO/Rully Kesuma

Warga mencari anggota keluarga di antara jenazah korban bencana gempa dan tsunami yang belum teridentifikasi di RS Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 30 September 2018. Hari kedua penanganan korban bencana gempa bumi 7,4 SR dan tsunami di kawasan Palu-Donggala yang terjadi pada Jumat sore, 28 September 2018, masih dibutuhkan banyak relawan untuk evakuasi dan tenaga medis serta obat-obatan dan logistik. TEMPO/Muhammad Hidayat