Seorang demonstran melempar batu selama protes untuk menuntut pengunduran diri presiden Haiti Jovenel Moise, di jalan-jalan Port-au-Prince, Haiti 11 Oktober 2019. REUTERS/Andres Martinez Casares

Demonstran berbaris selama protes untuk menuntut pengunduran diri presiden Haiti Jovenel Moise, di jalan-jalan Port-au-Prince, Haiti 11 Oktober 2019. Pembunuhan jurnalis yang sedang meliput krisis politik dan ekonomi di Haiti memicu kemarahan para demonstran. REUTERS/Andres Martinez Casares

Para pengunjuk rasa mencoba untuk melewati barisan polisi selama demonstrasi untuk menuntut pengunduran diri presiden Haiti Jovenel Moise, di jalan-jalan Petion Ville, Port-au-Prince, Haiti 11 Oktober 2019. Diketahui, beberapa pekan belakangan negara Haiti sedang dilanda aksi massa yang mendesak presiden negara tersebut untuk mengundurkan diri. REUTERS/Andres Martinez Casares

Polisi Nasional Haiti (PNH) membersihkan barikade selama bentrokan di sebuah demonstrasi untuk menuntut pengunduran diri presiden Haiti Jovenel Moise, di jalan-jalan Petion Ville, Port-au-Prince, Haiti 11 Oktober 2019. Protes yang dipimpin kubu oposisi yang menyoal isu kekurangan bahan bakar, inflasi terus-menerus, dan tuduhan korupsi oleh pejabat publik ini telah mengguncang Haiti selama empat minggu terakhir. REUTERS/Andres Martinez Casares

Seorang pemrotes menyeret orang lain yang terluka dalam bentrokan dengan petugas Polisi Nasional Haiti (PNH) selama demonstrasi untuk menuntut pengunduran diri presiden Haiti Jovenel Moise, di jalan-jalan Petion Ville, Port-au-Prince, Haiti 11 Oktober 2019. Menurut Jaringan Nasional Haiti untuk Hak Asasi Manusia (HAM), 17 orang telah terbunuh dan 189 terluka selama demonstrasi anti-pemerintah itu berlangsung. REUTERS/Andres Martinez Casares

Seorang anggota pasukan keamanan melepaskan tembakan gas air mata selama protes untuk menuntut pengunduran diri presiden Haiti Jovenel Moise, di jalan-jalan Port-au-Prince, Haiti 11 Oktober 2019. Di ibu kota, polisi menembakkan gas air mata, peluru karet, dan tembakan langsung di udara untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul di salah satu lapangan utama Port-au-Prince. REUTERS/Andres Martinez Casares