Perusahaan start-up Inggris Faradair Aerospace sedang mengembangkan pesawat penumpang regional ringan yang ditenagai oleh mesin hibrida-listrik. Proyek yang diberi nama Bio Electric Hybrid Aircraft (BEHA) itu mendapat dukungan dari empat mitra besar, yakni Honeywell, MagniX, Cambridge Consultants, dan Nova Systems. Faradair.com

Pesawat Faradair Bio Electric Hybrid Aircraft (BEHA) menggunakan desain unik dengan mengadopsi triple stacked wing (triplane) yang disambung dengan winglet. Pesawat tanpa sirip ekor ini menggunakan model mesin kipas ducted. Faradair.com

Pesawat Faradair BEHA dirancang untuk mengangkut 18 penumpang atau 5 ton barang dalam penerbangan dengan jarak tempuh sekitar 1.850 km. Ketinggian terbang pesawat Faradair BEHA hingga 4.300 m dan kecepatan jelajah sekitar 370 km / jam. Faradair.com

Pesawat Faradair BEHA berukuran serupa dengan pesawat regional klasik British Aerospace Jetstream 31 twin turboprop, dengan rentang sayap 17 m, panjang 15 m dan tinggi 4,3 m. Faradair Aerospace berencana membangun sekitar 300 pesawat BEHA. Faradair.com

Penerbangan pertama prototipe Faradair BEHA akan berlangsung pada 2024 dan mulai uji operasional penuh pada 2026. Faradair.com