Petugas berjaga di dalam Smart Instalasi Tahanan Militer di Markas Pomdam Jaya, Jakarta, Selasa, 20 April 2021. Smart Instalasi Tahanan Militer berbasis Information, Communication dan Technology (ICT) ini menjadi hunian tahanan militer tercanggih pertama yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. TEMPO/Muhammad Hidayat

Peraga tahanan beraktivitas di dalam ruang tahanan Smart Instalasi Tahanan Militer di Markas Pomdam Jaya, Jakarta, Selasa, 20 April 2021. Instalasi tersebut dibangun seluas 1.500 meter persegi dan dapat menampung sebanyak 83 prajurit binaan. TEMPO/Muhammad Hidayat

Petugas berjaga di dalam Smart Instalasi Tahanan Militer di Markas Pomdam Jaya, Jakarta, Selasa, 20 April 2021. Tahanan militer berbasis teknologi tersebut dapat mencegah potensi pelanggaran yang ada di tahanan. TEMPO/Muhammad Hidayat

Peraga tahanan menunjukkan gelang sensor di dalam ruang tahanan Smart Instalasi Tahanan Militer di Markas Pomdam Jaya, Jakarta, Selasa, 20 April 2021. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan, instalasi tahanan militer ini sangat aman dan juga terkendali. Sebab menurutnya, semua aktivitas telah terprogram secara otomatis. TEMPO/Muhammad Hidayat

Peraga tahanan beraktivitas di dalam ruang tahanan Smart Instalasi Tahanan Militer di Markas Pomdam Jaya, Jakarta, Selasa, 20 April 2021. Smart Instalasi Tahanan Militer berbasis Information, Communication dan Technology (ICT) ini menjadi hunian tahanan militer tercanggih pertama yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Instalasi tersebut dibangun seluas 1.500 meter persegi dan dapat menampung sebanyak 83 prajurit binaan. TEMPO/Muhammad Hidayat

Peraga tahanan beraktivitas di dalam ruang tahanan Smart Instalasi Tahanan Militer di Markas Pomdam Jaya, Jakarta, Selasa, 20 April 2021. Smart Instalasi Tahanan Militer berbasis Information, Communication dan Technology (ICT) ini menjadi hunian tahanan militer tercanggih pertama yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Instalasi tersebut dibangun seluas 1.500 meter persegi dan dapat menampung sebanyak 83 prajurit binaan. TEMPO/Muhammad Hidayat