Pekerja kota mencari mayat yang muncul ke permukaan tanah di sepanjang tepi sungai Gangga, di Phaphamau, India, Jumat, 25 Juni 2021. Hujan muson membuat sungai meluap dan menyebabkan ratusan mayat korban Covid-19 yang dikubur terlihat kembali. REUTERS/Ritesh Shukla

Pekerja kota mengamati mayat yang muncul kembali di sepanjang tepi sungai Gangga, di Phaphamau, India, Jumat, 25 Juni 2021. Ratusan mayat korban Covid-19 di sepanjang sungai ini hanya dikuburkan di pemakaman yang dangkal saat terjadi lonjakan kasus kematian. REUTERS/Ritesh Shukla

Anggota Pasukan Tanggap Bencana Negara (SDRF) berpatroli di sungai Gangga melewati tumpukan mayat di Phaphamau, India, Jumat, 25 Juni 2021. Lonjakan kematian akibat Covid-19 pada bulan lalu membuat pemerintah kewalahan dalam mengkremasi dan menguburkan jasad korban. REUTERS/Ritesh Shukla

Pekerja kota mengkremasi mayat korban Covid-19 yang muncul di tepi sungai Gangga setelah hujan muson di Phaphamau, India, Jumat, 25 Juni 2021. Saat lonjakan kematian pasien Covid-19 terjadi, ratusan jasad dihanyutkan ke Sungai Gangga karena lamanya antrean kremasi. REUTERS/Ritesh Shukla

Pekerja kota mengkremasi mayat korban Covid-19 yang muncul di tepi sungai Gangga setelah hujan muson di Phaphamau, India, Jumat, 25 Juni 2021. Ratusan jasad tersebut kembali muncul setelah terendam luapan sungai. REUTERS/Ritesh Shukla

Pekerja kota mengkremasi mayat korban Covid-19 yang muncul di tepi sungai Gangga setelah hujan muson di Phaphamau, India, Jumat, 25 Juni 2021. Ratusan jasad tersebut kembali muncul setelah terendam luapan sungai. REUTERS/Ritesh Shukla