Foto suasana kota Banda Aceh yang hancur usai diterjang Tsunami (atas) pada 5 Januari 2005 dan foto dengan angle dan lokasi yang sama di Kabupaten banda Aceh yang difoto pada 1 Desember 2014 (bawah), menunjukkan rumah-rumah baru dan masyarakat dibangun kembali. AFP PHOTO/CHOO Youn-KONG dan AFP PHOTO/Chaideer Mahyuddin

Foto akses jalan raya menuju pabrik semen di Lhok Nga, Banda Aceh yang hancur usai diterjang Tsunami pada Januari 2005 dan foto dengan angle dan lokasi yang sama yang difoto pada Desember 2014. FOTO: AP/Suzanne Plunkett dan Tempo/Dian Triyuli Handoko

Foto (atas) menggambarkan seorang wanita yang berjalan di sebuah jalan raya yang hancur diterjang Tsunami di Meulaboh, Aceh pada Januari 2005 dan foto dengan angle dan lokasi yang sama yang difoto pada Desember 2014. FOTO: Dok TEMPO/ Hariyanto dan TEMPO/ Dian Triyuli Handoko

Foto (atas), seorang warga melintas dengan sepeda motor di depan Masjid yang masih berdiri tegak usai diterjang Tsunami di Lampuuk, Aceh, 15 November 2005 dan foto warga melintas di depan masjid tersebut yang sudah direnovasi (bawah), Desember 2014. FOTO: AP Photo/Ed Wray dan TEMPO/Dian Triyuli Handoko

Foto (atas) dua Kapal nelayan terdampar kawasan pertokoan di Panglima Polim usai terbawa arus dalam bencana Tsunami di Banda Aceh, Januari 2005 dan foto di lokasi yang sama pada Desember 2014 terlihat aktivitas dikawasan tersebut kembali berjalan. FOTO: Dok TEMPO/ Hariyanto dan Tempo/Dian Triyuli Handoko

Foto Sebuah kapal laut terdampar di atas rumah warga usai terbawa arus saat Tsunami (atas) di Lampulo, Aceh, Januari 2005 dan foto di lokasi yang sama terlihat kapal tersebut dibiarkan berada di atas rumah untuk dijadikan sebagai monumen, 9 Desember 2014. FOTO: AP/Suzanne Plunkett dan TEMPO/Dian Triyuli Handoko