Terdakwa kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi sekaligus Wali Kota Palembang non aktif, Romi Herton (kanan) bergandengan dengan istrinya Masyitoh jelang ikuti sidang putusan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 9 Maret 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Pasangan suami istri, Romi Herton dan Masyitoh yang merupakan terdakwa kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi saat ikuti sidang dengan agenda mendengarkan putusan majelis hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 9 Maret 2015. Romi Herton divonis 6 tahun penjara dan Masyito 4 tahun penjara. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Walikota Palembang non aktif, Romi Herton berjalan bersama istrinya, Masyitoh usai ikuti sidang putusan oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Jakarta, 9 Maret 2015. Romi Herton dan Masyitoh dipidana denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti pidana 2 bulan penjara. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Wali Kota Palembang non aktif, Romi Herton dan istirnya, Masyitoh saat mengikuti sidang putusan (Vonis) atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 9 Maret 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Wali Kota Palembang non aktif, Romi Herton mengintip disela pintu ruang sidang sebelum mengikuti sidang putusan (Vonis) atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 9 Maret 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho